Inovasi pemanfaatan limbah makanan di lingkungan sekolah dapat menjadi solusi mandiri energi yang efisien dan ramah lingkungan. Selain mempraktikkan panduan nutrisi hidroponik air beras, pengolahan sampah dapur terus dikembangkan secara maksimal. Terobosan memproses dan olah limbah organik menjadi energi biogas berhasil diterapkan pada dapur kantin SMAN 9 Jogja.
Sistem pengolahan energi alternatif ini memanfaatkan sisa makanan dan sampah dapur dari kantin sekolah setiap harinya. Limbah sisa organik ditampung dalam reaktor fermentasi kedap udara untuk menghasilkan gas metana alami yang bersih. Proses pencernaan anaerobik ini dikelola oleh tim siswa kelompok pencinta lingkungan sekolah.
Gas metana yang dihasilkan dialirkan langsung melalui jaringan pipa menuju kompor dapur kantin untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Pemanfaatan energi biogas ini secara bertahap menekan penggunaan tabung gas elpiji konvensional secara signifikan. Selain menghemat pengeluaran operasional kantin, program ini mengurangi volume sampah terbuang.
Sisa hasil fermentasi limbah cair tidak dibuang melainkan dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik berkualitas tinggi bagi tanaman sekolah. Siklus daur ulang terpadu ini menciptakan sistem pengelolaan sampah zero waste di area sekolah. Siswa dapat mempelajari konsep ekonomi sirkular secara praktis dan nyata.
Pengujian kualitas dan keamanan saluran gas dilakukan secara rutin oleh guru pembimbing untuk mencegah kebocoran alat. Fasilitas biofilter ditambahkan guna menghilangkan bau tidak sedap pada saluran kompor kantin. Edukasi pemilahan sampah di sumbernya terus digalakkan kepada seluruh warga sekolah.
Keberhasilan mengolah sisa makanan menjadi energi terbarukan ini menjadi percontohan edutour bagi sekolah-sekolah di sekitarnya. Pelajar terbukti mampu menghadirkan teknologi ramah lingkungan yang memberikan manfaat ekonomi langsung. SMAN 9 Jogja berkomitmen memperluas pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan kampus.