Mengejar target khatam Al-Quran sekaligus menghafal beberapa surat pilihan merupakan impian banyak pelajar selama bulan Ramadan, namun sering kali terkendala oleh rasa kantuk dan kurangnya fokus. Memahami tantangan ini, muncul berbagai trik hafalan cepat sambil tadarus yang dikembangkan secara kreatif oleh para siswa di Yogyakarta untuk memaksimalkan waktu ibadah mereka. Metode ini menggabungkan teknik membaca berulang dengan pemahaman makna ayat, sehingga hafalan yang terbentuk bukan sekadar ingatan suara, melainkan juga menancap dalam sanubari. Dengan memanfaatkan waktu-waktu utama seperti setelah shalat Subuh atau menjelang berbuka, para siswa berhasil menunjukkan progres hafalan yang signifikan tanpa mengganggu jadwal belajar akademik mereka.
Salah satu rahasia dalam trik hafalan cepat sambil tadarus ini adalah penggunaan teknik visualisasi dan pembagian ayat menjadi potongan-potongan kecil yang mudah diingat. Siswa diajarkan untuk membaca satu ayat sebanyak lima hingga sepuluh kali saat tadarus, kemudian mencoba menutup mushaf dan mengulanginya di dalam hati sebelum lanjut ke ayat berikutnya. Selain itu, mereka sering melakukan sistem setoran mandiri antar teman sebaya (muhasabah) untuk saling mengoreksi tajwid dan kelancaran hafalan secara menyenangkan. Penerapan teknologi seperti aplikasi perekam suara di ponsel juga membantu mereka mendengarkan kembali bacaan sendiri di waktu senggang, yang terbukti memperkuat daya ingat jangka panjang terhadap ayat-ayat suci yang sedang dipelajari.
Reaksi para pendidik dan orang tua terhadap keberhasilan metode ini sangatlah positif, karena melihat anak-anak mereka menjadi lebih antusias dalam berinteraksi dengan kitab suci. Banyak netizen yang mulai mencontoh trik hafalan cepat sambil tadarus tersebut dan membagikan tips serupa di berbagai platform edukasi religi. Viralitas metode hafalan ala pelajar Jogja ini membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, keterbatasan waktu selama berpuasa bukan menjadi alasan untuk tidak produktif dalam menambah hafalan Al-Quran. Melalui semangat belajar yang tinggi, para siswa SMAN 9 Yogyakarta berhasil menciptakan kultur lingkungan sekolah yang religius sekaligus cerdas secara intelektual selama bulan penuh kemuliaan ini. program hafalan bareng di sekolah tersebut terus digalakkan dengan memberikan apresiasi bagi siswa yang berhasil mencapai target tertentu.