Pihak manajemen sekolah mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk tindakan pengerusakan sengaja yang merusak keindahan dan fungsi sarana. Kasus Vandalisme Fasilitas sekolah seperti mencoret dinding, merusak meja, atau merusak alat elektronik tidak akan ditoleransi sedikit pun. Pelaku tindakan tidak terpuji ini akan dijatuhi sanksi disiplin berat mulai dari ganti rugi fisik hingga tindakan skorsing. Langkah tegas ini diambil demi memberikan efek jera serta menjaga agar sarana pendidikan tetap dalam kondisi utuh.
Setiap aksi perusakan akan diusut secara tuntas melalui pemeriksaan rekaman kamera pemantau serta pengumpulan keterangan dari saksi-saksi. Siswa yang terbukti menjadi pelaku Vandalisme Fasilitas diwajibkan untuk mengecat ulang atau memperbaiki sendiri kerusakan yang telah mereka perbuat. Pihak sekolah mengedepankan tindakan pendisiplinan yang mendidik agar pelaku menyadari besarnya kerugian yang ditimbulkan akibat perbuatan merusak tersebut. Selain itu, poin pelanggaran dalam jumlah besar akan langsung dicatatkan dalam rekam jejak siswa.
Pemanggilan orang tua pelaku dilakukan untuk memberikan penegasan bahwa perilaku merusak sarana umum adalah tindakan pelanggaran norma yang serius. Sekolah dan orang tua menyepakati langkah pembinaan karakter agar anak tidak mengulangi kembali tindakan yang merugikan tersebut. Penanganan kasus Vandalisme Fasilitas yang konsisten ini terbukti sukses menekan angka kerusakan barang-barang inventaris milik sekolah secara signifikan. Lingkungan belajar menjadi lebih tertata rapi, bersih, dan bebas dari coretan yang tidak estetis.
Edukasi mengenai pentingnya menghargai barang milik publik terus disampaikan dalam berbagai kesempatan upacara dan kegiatan keagamaan harian. Siswa diajak untuk menyalurkan bakat seni lukis atau tulisan mereka pada wadah resmi seperti mading dan dinding ekspresi khusus. Penyediaan media ekspresi yang tepat terbukti efektif menyalurkan kreativitas remaja tanpa harus merusak fasilitas umum yang ada harian. Pelajar belajar memahami batasan antara karya seni yang indah dan perbuatan perusakan yang merugikan.
Keberanian sekolah dalam menindak tegas pelaku perusakan sarana merupakan bukti komitmen dalam memelihara kualitas lingkungan pendidikan yang unggul. Kebijakan ini mendidik seluruh murid untuk menjadi warga yang bertanggung jawab dan menghormati hak milik orang lain harian. Sarana belajar yang terawat dengan baik akan mendukung terciptanya suasana belajar mengajar yang menyenangkan bagi semua orang. Sekolah akan terus memelihara ketertiban ini demi kebaikan bersama seluruh warga sekolah.