Era teknologi informasi saat ini menuntut peran aktif orang tua, terutama ibu, dalam membekali anak-anak dengan kemampuan Literasi Digital yang mumpuni. Gadget bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan gerbang menuju dunia tanpa batas yang menyimpan berbagai macam risiko, mulai dari konten negatif hingga bahaya perundungan siber. Tanpa pemahaman yang benar tentang cara kerja dunia maya, anak-anak usia SMA yang sedang mencari jati diri sangat rentan terpengaruh oleh arus informasi yang salah atau perilaku menyimpang di internet.
Bagi seorang ibu, menguasai cara mengoperasikan Gadget adalah langkah awal yang mutlak dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan teknologi (tech-gap) dengan sang anak. Ibu tidak perlu menjadi ahli teknologi, cukup dengan memahami fitur-fitur dasar seperti pengaturan privasi, kontrol orang tua (parental control), dan cara melaporkan konten yang tidak pantas. Dengan memiliki pemahaman teknis yang cukup, ibu dapat memberikan arahan yang logis mengenai alasan di balik pembatasan waktu layar atau larangan mengunjungi situs-situs tertentu.
Penerapan prinsip Literasi Digital dalam keluarga juga mencakup pembangunan komunikasi yang terbuka mengenai apa saja yang ditemui anak di media sosial. Seorang ibu harus menjadi tempat pertama bagi anak untuk bertanya atau bercerita ketika mereka menemui hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman di dunia maya. Menghakimi atau langsung menyita ponsel anak saat mereka melakukan kesalahan kecil sering kali justru membuat anak menjadi tertutup dan mencari pelarian di tempat lain. Pendekatan yang lebih efektif adalah dengan mendiskusikan bersama mengenai konsekuensi jangka panjang dari jejak digital yang mereka tinggalkan di internet setiap harinya.
Keberadaan Gadget di tangan anak seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan produktivitas belajar, seperti mencari referensi tugas atau mengikuti kursus daring yang bermanfaat. Ibu dapat membantu anak untuk mengatur skala prioritas antara hiburan dan edukasi saat menggunakan perangkat pintar mereka. Memberikan contoh yang baik dalam penggunaan teknologi di rumah juga sangat penting, karena anak cenderung meniru kebiasaan orang tua mereka. Jika ibu mampu menunjukkan cara menggunakan media sosial secara bijak dan santun, maka anak akan secara otomatis mengadopsi nilai-nilai positif tersebut dalam perilaku digital mereka sehari-hari.