Dampak trauma akibat kekerasan atau perundungan bagi seorang remaja bisa berakibat jangka panjang terhadap kesehatan mental mereka, sehingga pendampingan psikologis korban perlu menjadi perhatian serius di SMAN 9 Jogja. Siswa yang mengalami pengalaman pahit seringkali menarik diri dari pergaulan dan mengalami penurunan performa akademik yang drastis, sehingga intervensi dari pihak sekolah menjadi sangat krusial untuk memberikan rasa aman kembali bagi mereka.
Dalam situasi ini, guru BK memegang posisi sentral sebagai garda terdepan di sekolah. Melalui pendampingan psikologis korban yang dilakukan secara empatik, guru BK mampu menjadi pendengar yang baik bagi siswa yang sedang berjuang dengan traumanya. Pendekatan yang dilakukan haruslah bersifat personal dan rahasia, sehingga siswa merasa percaya bahwa kondisi mereka dipahami tanpa harus merasa dihakimi atau mendapat stigma negatif dari lingkungan pertemanan mereka.
Proses pemulihan trauma tentu membutuhkan waktu dan dedikasi yang tidak sebentar bagi kedua belah pihak. Dengan menjalankan pendampingan psikologis korban secara konsisten, guru BK dapat membantu siswa mengelola emosi mereka, mengenali pemicu ketakutan, serta membangun kembali kepercayaan diri yang sempat hilang. Hal ini sangat penting agar siswa tidak terus-menerus terjebak dalam bayang-bayang peristiwa traumatis yang mereka alami dan bisa kembali beraktivitas dengan normal seperti siswa lainnya.
Selain dukungan personal, edukasi terhadap lingkungan sekitar juga menjadi bagian dari rangkaian proses ini. Guru BK dalam pendampingan psikologis korban juga dapat mengedukasi teman sebaya untuk tetap memberikan dukungan moral tanpa harus terus-menerus mengungkit kejadian tersebut. Lingkungan yang suportif akan sangat membantu mempercepat proses penyembuhan, karena siswa merasa diterima kembali dan tidak lagi merasa terisolasi oleh peristiwa buruk yang pernah menimpanya di masa lalu.
Pihak sekolah diharapkan terus memperkuat kapasitas guru BK dalam menangani kasus-kasus trauma. Dengan memperkuat pendampingan psikologis korban di SMAN 9 Jogja, sekolah tidak hanya sekadar tempat menimba ilmu pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi tempat yang menjamin kesehatan mental bagi siswanya. Komitmen untuk selalu hadir saat siswa paling membutuhkan adalah bukti nyata bahwa SMAN 9 Jogja adalah sekolah yang peduli akan kesejahteraan emosional seluruh warga sekolahnya.