Pelestarian musik tradisional dilakukan melalui proyek restorasi alat musik bernilai sejarah tinggi yang dikerjakan oleh para siswa pecinta seni budaya. Anggota sanggar sekolah di Jogja secara telaten memperbaiki instrumen gamelan kuno milik sekolah yang sudah berkarat dan tidak terawat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan keindahan suara instrumen musik tradisional sekaligus melatih keterampilan teknik perbaikan instrumen tradisional pada generasi muda. Melalui dedikasi yang tinggi, seperangkat gamelan tua berhasil diselamatkan dan siap untuk dimainkan kembali.
Proses perbaikan gamelan tua ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra, mulai dari pembersihan karat pada bilah perunggu, perbaikan kerangka kayu, hingga penalaan nada. Para siswa didampingi oleh pengrajin gamelan senior agar proses pemugaran tetap mempertahankan keaslian bentuk dan kualitas nada asal instrumen tersebut. Mereka belajar mengenai teknik penalaan nada pelog dan slendro yang membutuhkan kepekaan pendengaran dan perasaan yang sangat halus. Pengalaman kerja teknis ini memberikan pemahaman mendalam bagi murid mengenai rumitnya pembuatan instrumen musik tradisional.
Setelah proses pemugaran selesai, seperangkat gamelan tua tersebut dimainkan kembali dalam sebuah pertunjukan musik karawitan spektakuler di aula sekolah. Suara dentangan instrumen yang merdu dan harmonis memukau seluruh hadirin yang menyaksikan acara tasyakuran peresmian gamelan hasil restorasi tersebut. Rasa bangga terpancar dari raut wajah para siswa yang telah bekerja keras menyempurnakan alat musik bersejarah milik sekolah mereka. Penampilan ini membuktikan bahwa anak muda zaman sekarang masih peduli dan sanggup melestarikan budaya tradisional.
Keberhasilan proyek restorasi alat musik tradisional ini mendapat pujian tinggi dari para budayawan dan seniman musik daerah Yogyakarta. Pihak sekolah merasa sangat bangga karena para siswa tidak hanya pandai memainkan alat musik, tetapi juga mampu merawat dan memperbaikinya secara mandiri. Langkah nyata ini menjadi teladan penting dalam upaya melestarikan warisan seni musik tradisional di tengah gempuran tren musik modern. Keberadaan gamelan yang kini sudah bagus kembali menambah kelengkapan fasilitas kesenian di lingkungan sekolah.
Kegiatan restorasi alat musik ini akan terus dikembangkan dengan mencari instrumen tradisional tua lainnya di wilayah sekitar untuk diperbaiki bersama para siswa. Pihak sekolah berencana membuka pelatihan perawatan instrumen gamelan bagi masyarakat umum dan komunitas seni remaja di Yogyakarta. Edukasi kecintaan budaya harus diimbangi dengan tindakan pemeliharaan nyata agar warisan luhur bangsa tetap terjaga keasliannya. Semoga aksi budaya dari pelajar Jogja ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi daerah-daerah lainnya.